Pertemanan yang …

Tentang pertemanan..

14591759_1247251081972398_2386657466910836108_n
Saat terbuka luas kesempatan berteman..
Saat perlu menjaga diri sendiri karena pengaruh teman sungguh luar biasa..

Perhatikanlah..

Bukan sekedar seringnya bersama.
Bukan sekedar seringnya sependapat.
Bukan sekedar seringnya memuji.
Bukan sekedar seringnya tertawa.
Bukan sekedar seringnya mengajak.
Tapi..
Mencari..
Pertemanan yg jujur..
Pertemanan yg tidak melalaikan..
Pertemanan yg tidak merepotkan..
Pertemanan yg majlisnya tidak sia2..
Pertemanan yg mengingatkan pd hak dan kewajiban..
Pertemanan yg perkataannya tdk membuat prasangka dan was was.
Pertemanan yg penuh harapan baik..
Pertemanan yg mengajak pd kesungguhan dan kesabaran menetapi kebenaran.
Pertemanan yg saling mendoakan kebaikan.

Pertemanan yg baik itu,
Saling mencintai karena Alloh..
akan membawa pd kebaikan.
Akan mencari saat tdk bersama di surga.
Terpisah karena dosa..
Tak usah mencari dosa teman, karena sangat mungkin dosa kita sendiri yg membuat perpisahan.
Dan syaithon pasti mencari jalan memisahkan.
Dan syaithon itu dari golongan jin dan manusia.

Taken from Uni’s Note
#Uni’s Story
#Ukhuwah

Berteman dengan (CEO) Online Shop

onlineBerteman dengan (CEO) online shop

Pilihan kiriman
-via Pos
-via kurir
-via gojek dll
-via diri sendiri
———-
Enaknya kalau yang jual teman sendiri,
1.bayarnya bisa ntar2.. (eh jangan ditiru)
2.Kirimnya juga bisa ntar2 (apalagi ini)

Hehehe…
Ga laah…
kan harus jadi teman yang suportif doonk terhadap bisnis teman sendiri..!!!
Ya, kalau kebetulan punya teman yang punya Usaha, justru haruuus doonk suportif…

simpel aja lah..
klo kepengen jualannya..
ya pesan, abis pesan, ya bayar sesegera mungkin (kan biar rapi pembukuannya dia juga).

Trus tentang pengiriman,

Kadang-kadang, dikirim lewat gojek..
kadang lewat POS (padahal hanya berjarak bbrp km juga sih sebenarnya),
makanya terkadang saya ambil ke Rumahnya langsung, atau
meet-up dimana gitu,

Buuukaaan ga mau rugi sama ongkir yaak
(daa saya yakin, kayanya bakal dikasi free ongkir juga sih sm teman saya ini hehehe).

Saya lebih suka menyebut
‘alasan untuk bertemu’,
yaaa sengaja dibuat ‘nanti ajaa dikasinya pas ketemuan’,

Kenapa ?

Karena…
yang online di dunia maya itu.. sistem jualannya…
Tapi pertemanan kami tetap harus dijaga di dunia non-maya

‪#‎Ukhuwah‬, sesekali bertemu..itu perlu.

Orang DEKAT, yang berada di DALAM, posisi TINGGI

Di tengah segala macam `birokrasi` yang katanya nyusahin (entah kata siapa sih),

ada kalimat `kalau ada orang DALAM` pasti lebh cepat.

hm.. karena saya kerja di Rumah Sakit, apalagi yang terjadi, kalau bukan `antrian berobat`

Kadang, saya sebel sendiri, kalau saya dianggap `orang Dalam` itu.

Cuma karena seseorang bekerja di sebuah institusi, tidak lantas orang tersebut menjadi orang Dalam, dan bisa memberi kemudahan kepada semua orang `yang merasa mengenalnya`.

Asli, paling sebel kalau ujug ujug ada yang menghubungi saya,

+ : `cariin ruangan donk`

* `haaa.. udah tanya admission, telpon RS nya ?

+ : `udah, tapi dibilangin penuh, kaliii klo kamu yang bilang, jadi ada`

hiyaaaaa gubrak.. daaa saya mah, apa atuh..

trus lebih sedih lagi, kalau yang menghubungi itu TS sendiri,

hadduuh plis deh, kaya ga tau aja, how overload yang namanya RS Pemerintah model gini.

kemarin abis dapat cerita,

Bapak X, yang jelas karyawan di RS ini, mau operasi bapaknya, udah lebih seminggu nanya, belum dapat kamar juga.

kesimpulan.. Bapak X ini adalah orang DALAM

Dr. Y yang jelas karyawan, bahkan salah satu konsultan di RS ini, mau cathlab bapaknya, puuun harus melalui yang namanya mengantri, oke lah Dokter Jantung nya memberikan kemudahan, karena sesama Teman Sejawat, tapi kalau urusan ruangan dan tindakan.. hm.. nanti dulu kali yak.

kesimpulan Dr. Y ini adalah orang DALAM dan DEKAT dengan Dokter lain

Lalu, cerita lain saya dapat…

orangtuanya teman saya, serangan stroke ringan, masih di Rumah padahal, tapi Ruangan dan Dokternya sudah siap di RS, teman saya.. yaaa dokter lah, tapi bukan staf disini, begitu juga Bapaknya, bukan staf di sini, Tuaaaappppiiiii   Teman teman Bapaknya itu loh.. Bukan sekedar `orang dalam`.. tapi juga `orang terdekat` dan juga `orang tinggi` disini.

Kesimpulan, Bapaknya teman saya ini, DEKAT dengan orang TINGGI yang berada di DALAM

Jadi…

Kalau cuma `orang dalam`, yaaa belum tentu juga yak..

kayanya lebih perlu `orang terdekat, yang berada di Dalam, dan posisinya benar benar tinggi

tapi, kalau boleh milih.. yaaaa mending jangan sakit ya…

Sing sehat semuanyaaa..

#oia, ini adalah pengamatan pribadi dan cuma melihat dari segi pertemanannya saja, saya tidak melihat kegawat daruratan yang dialami beliau beliau, karena kasusnya memang berbeda beda.

Overal, saya percaya `prioritas` itu terjadi sesuai kegawatdaruratan kondisi yang dialami berdasarkan penilaian dokter yang jauuh lebih ahli dari saya,

kalau `prioritas` terjadi karena sebab lain..

hm, saya lebih suka menyebutnya `berkah ukhuwah` daripada kalimat `ada orang dalam siih`