Perpanjang Ijin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) TPU Karet Pasar Baru

Perpanjang Ijin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) TPU Karet Pasar Baru

Another 3 years passed by

Ga kerasa, udah berlalu lagi 3 tahun, saatnya mengurus kembali dokumen Alm. Ayah.
Ijin Penggunaan Tanah Makam (IPTM), adalah sebuah dokumen Ijin yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk penggunaan Tanah Makam, kira-kira seperti bayar kontrakan kalau kita masih hidup.
Ada beberapa ketentuan untuk mengurus IPTM, yaitu..

IPTM dikeluarkan per-3 tahun,
jadi ga bisa bayar dimuka untuk berpuluh tahun, kudu diurus per 3 tahun, jadi terserah deh mau sang ahli waris sedang berada dimana, begitu sudah masuk bulannya atau atleast 1 bulan sebelumnya baru bisa diurus perpanjangannya, kebetulan kemarin bahkan Ra diceritakan oleh petugasnya, ada yang datang dari Medan untuk perpanjang IPTM disini. Dan ga bisa juga asal sempat trus mengurus, kemarin ada yang ditolak oleh petugasnya, karena masih terlalu lama, lebih dari 3 bulan lagi baru abis.

IPTM boleh telat diurus sampai maksimal 3 bulan

Yups, di suratnya dituliskan begitu, sampai maksimal 3 bulan telat, kalau tidak, maka otomatis Tanah Makam akan digunakan untuk jenazah lain.

IPTM diurus di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kelurahan Mana aja.
Ra ngejalanin sendiri, berKTP Jakarta Selatan, Dulu alamat Ayah di Jakarta Barat, Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet ini di Jakarta Pusat, tidak ada keharusan mengurusnya di Kelurahan Alamat Mira, Alamat Ayah atau TPU. Saran, mending di PTSP kelurahan terdekat TPU aja.

Oh iya, kalau dulu IPTM dikeluarkan dari kantor TPU sekarang pengurusan IPTM lebih terintegrasi, online..tsaaah keren lah pokoknya..prok..prook..

Yang harus dilakukan adalah :

1. Mempersiapkan berkas :
a.Ijin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) ASLI yang dimiliki sebelumnya, jika tidak ada, bikin surat kehilangan dari kepolisian
b. Fotocopi IPTM terdahulu 2lembar
c. Fotocopi KTP ahli waris/ keluarga 2 lembar (KTP yang datang mengurus saja, bukan seluruh ahli waris yaaaa)

2. Datang ke TPU yang dituju
Mira datang ke TPU Karet Pasar Baru Barat, di Lt.1 nanti lapor ke petugasnya “Pak, saya mau perpanjang IPTM”, nanti dicek dulu, kalau masih lama abisnya, biasanya disuruh balik lagi, kalau sudah waktunya, dipersilahkan ke Lt.2
di. Lt.2 ketemu teteh cantik yang baik hati, nanti diminta isi buku tamu.. lalu berkas kita diproses, dan dibuatkan “Surat Pengantar dari Petugas TPU”, lalu berkas kita dibundel dan dikembalikan, dan dipersilahkan untuk ke kantor kelurahan terdekat.
Jangan sembarangan datang yaaa.. TPU ada hari dan jam kerja nya, TPU Karet Pasar Baru Barat 5 working day, alias 5 hari kerja, Senin – Jumat ajaaa bukanya

3. Datang ke PTSP Kelurahan terdekat
Kelurahan terdekat dari TPU ada beberapa : Kelurahan Karet Pasar Baru, Kelurahan Tanah Abang, Kelurahan Kebon Melati.
Mira milih Kelurahan Kebon Melati, sampai di PTSP, serahkan berkas, lalu mengisi formulir, eits..pakai materai 6 ribu yaaa 1 buah, fiuh untungnya mira selalu bawa. Lalu dokumen dibawa ke dalam, truuus.. dapat Surat Perintah Bayar (SPB), dengan virtual account dengan nominal sesuai Blok Makam, masalahnyaaaa… ini harus dibayarkan di BANK DKI.. gubrak…dan kebetulan Kelurahan Kebon Melati ga ada BANK DKI nyaaa.. hiks, tapi alhamdulillah…. Ada ATM nya dan bisa pakai kartu ATM Bank mana aja.. fiuh.. jadi mira langsung bayar di ATM tersebut, struknya langsung mira serahkan kembali ke petugas PTSP, tandatangan bukti bayar..trus nunggu lagi… ga sampai 15 menit..akhirnyaaa IPTM nya selesai.. horeeeee

4. Kembali ke Kantor TPU
Yups, IPTM baru tersebut, difotocopy sekali.. fotocopi nya diserahkan kembali ke petugas di TPU untuk dicatat bahwa kita udah perpanjang IPTM

Selesaaaai… Oia, proses in dikerjakan sendiri, tanpa minta tolong Calo, dll, tidak dikenakan biaya tambahan

Advertisements

Ayahku..hanya mencoba melakukan yang terbaik

Ayahku..hanya mencoba melakukan yang terbaik

Ayahmu.. mungkin mengambil cuti disaat kamu liburan sekolah agar bisa bermain bersama

Ayahku..membiarkan aku berkunjung ke kantornya ketika liburan sekolah tiba.

Ayahmu mungkin menghadiahkan hadiah liburan ketika kamu lulus SPMB

Ayahku.. mengambil cuti 2 hari untuk mengantar dan menemani aku ujian SPMB

Ayahmu..mungkin membiarkan dirimu memilih benda-benda dengan warna kesukaanmu..

Ayahku.. membelikan aku Handyclean, ketika aku bertanya kenapa ? Ayahku menjawab “karena Ayah tahu kau suka warna Biru..dan tutup Handyclean ini warna biru”.

Ayahmu..mungkin sangat senang ketika kamu memberikan hadiah Hp model terbaru.

Ayahku..hanya mengatakan bahwa Ayah ingin membeli Hp, tapi diantar oleh aku.

Ayahmu..mungkin seorang insinyur yang mampu merakit mobil

Ayahku..hanya seorang ayah yang bisa membantuku membuatkan model pesawat sederhana sebagai tugas kuliah

Ayahmu..mungkin seorang dokter yang menyembuhkan banyak orang

Ayahku..hanya seorang ayah yang rela lari keliling komplek rumah sambil menggendong aku yang menangis keras karena perihnya obat yang diteteskan ke luka yang aku alami.

Ayahmu mungkin seorang arsitek yang mendesain gedung tinggi atau jembatan megah

Ayahku..hanyalah seorang ayah yang memasang langit-langit rumah 2 buah setiap pulang kerja

Ayahmu mungkin seorang guru yang mengajarkan ilmu pada banyak orang

Ayahku..hanyalah seorang ayah yang tak akan mengganggu aku di saat aku belajar

Ayahmu mungkin seorang pilot yang menerbangkan pesawat ke luar negeri

Ayahku..hanyalah seorang ayah yang menyempatkan menyetir mobilnya untuk mengantar aku ke sekolah

Ayahmu mungkin seorang chef makanan buatannya yang disukai banyak orang di restaurant terkenal

Ayahku..hanyalah seorang ayah yang memasakkan aku nasi dan membelikan lauk disaat ibu ku sedang pergi.

Ayahmu mungkin memang yang terbaik

Ayahku..hanya mencoba melakukan yang terbaik

“Ayah itu..Tidak Membelikan.. tapi Ayah Membuatkan”

“Ayah itu..Tidak Membelikan.. tapi Ayah Membuatkan”

Jangan beli..!! Marah Kakek nanti..”  adalah kalimat yang sampai sekarang masih terngiang ditelinga, karena setiap kali melihat benda dari Kayu, apapun bentuknya.. meja..kursi..dadu, alat peraga, truk mainan ,bahkan rumah selalu teringat pada Ayah dan ayah selalu bilang “Jangan beli.. marah Kakek Nanti”

Meja Belajar

Ketika Anak-anak nya mulai Sekolah.. dan anak-anaknya bukan tipe yang belajar di Meja Belajar, Ayah membuatkan Meja Kecil (seperti meja yang digunakan untuk mengaji di Masjid).. hanya bedanya.. Meja buatan Ayah “didesain oleh Ayah supaya 1 Meja itu.. cukup untuk membuka 1 buku Tulis dan 1 Buku Mata Pelajaran…

Melihat sang anak menulis sambil mengangkat-angkat buku pelajarannya..  maka ayah membuatkan kembali Meja belajar lainnya, dengan kemiringan yang “PAS” sehingga sang anak tidak perlu mengangkat2 buku nya..

Meja itu.. di cat oleh Ayah.. dengan cat Meni (kata ayah itu namanya) lalu di cat untuk kayu (baru tau kalau cat itu berbeda-beda ya) bahkan Ayah mendempulnya.. persis seperti tukang kayu Ahli..

Dadu

“Ayah, mira sedang pelajaran kemungkinan.. besok ada percobaan dengan menggunakan Dadu, jadi disuruh membawa Dadu”

Mira tidak membawa dadu dari permainan ular tangga atau monopoli..

Tapi Mira membawa Dadu berukuran 1 inch berbahan Kayu lengkap dengan titik Merah nya..

Yap.. Ayah membuatkan dadu tersebut dari sebuah kayu tak terpakai, lalu di amplas agar tidak melukai tangan lalu di gambarkan 1 bulatan hingga 6 bulatan

Biologi

“Ayah, Mira mau percobaan, seberapa besar kemungkinan sifat genetik itu muncul.. caranya dengan Lempengan kayu diberikan jarum lalu jarum nya diputar. Setelah berapa putaran berapa kali jarum itu akan berhenti pada suatu titik…

Besok nya Mira membawa sebuah Lingkaran terbuat dari Kayu.. dengan penunjuk dari Kayu yang seperti Panah, dipasang dengan menggunakan baut dan paku, sehingga diharapkan ketika diputar tidak akan ada peristiwa jarum bengkok atau nyangkut, karena “sekedar dipaku”

Lemari

Menjadi Anak Kos yang terpisah dengan orangtua, mengharuskan mempunyai benda-benda seperti lemari dan meja belajar, Hal yang sebetulnya sangat simple aja.. pergi ke Pasar Kaget tiap Minggu, beli deh Meja Belajar.. atau Lemari..

Tapi Ayah.. membawa Lemari dari Jakarta.. Lemari dengan inisial namanya “SS”.. haaaa Ayah, berapa lama waktu yang ayah habiskan untuk membuat lemari itu..

Hanger Baju

Menjadi anak Kos yang sering rebutan jemuran.. udah gitu.. badan kecil.. jadi kalau pun pakai hanger, bingung menggantungnya.. jadi.. Ayah pergi ke Toko Bangunan, beli Kawat tebal, lalu dengan telatennya dijadikan berlekuk-lekuk sehingga bisa menggantung beberapa baju.. sedangkan panjangnya.. disesuaikan dengan tinggi badan Mira.. sehingga mira bisa menggantungkannya sendiri tanpa perlu teriak “ga sampe..!!”

Truk Mainan

In-line skate Mizu yang tak terpakai…  sebagai Roda ditambah potongan kayu … dengan sedikit cat.. lalu sedikit ujung dirigen sebagai Kaca Spion .. Jadilah sebuah Truck Mainan dengan 8 Roda..

Rak Obat

Osi Perlu Rak Obat dengan ukuran segini ya.. trus nanti sekali-kali harus menumbuk puyer.. berarti perlu meja juga.. Ukur sana-sini disesuaikan dengan tinggi badan, agar tidak terlalu menunduk ketika membuat puyer.. Ayah membuatkan Lemari Obat itu..

Rumah

Berapa Luas tanahnya.. berapa pipa yang diperlukan.. berapa instalasi listriknya… Osi mau dimana kamar mandinya… tempat meletakkan mesin cuci nya.. Ayah akan buatkan rumah itu…

Akhirnya sampai sekarang, itu pula yang menjadi Kalimat diantara kami.. jika menemukan benda-benda dari kayu dan ternyata salah satu diantara kami mendapatkannya dengan Membeli akan ada komentar”Jangan ketauan Ayah..ntar dimarahin ayah loh.. karena Ayah bisa membuatnya =p”

Image

“Ayah Jarang membelikan apa yang kami inginkan.. tapi Ayah Membuatkan apa yang kami perlukan” 

Terima kasih ayah..

Kipas tangan itu…

Ketika ada sebuah paket dengan pengikatnya, ayah akan mengumpulkan pengikat itu.. dengan warnanya masing-masing… lalu di kala dirinya senggang (atau sengaja disenggangkan).. Ayah mulai melipat..menggunting..menyambungnya… lalu dipasangkan ke sebuah kayu.. sampai menjadi Kipas Tangan..  Ketika ada saudara memintanya.. Ayah dengan senang hati memberikannya.. lalu mengumpulkan tali-tali pengikat itu.. lalu kembali membuatnya menjadi sebuah kipas tangan

Entah kapan dimulainya… ketika kami iseng menanyakan : “ngapain sih Yah..?”

Ketika lalu.. TADAAAAAA

Seperti “masterpiece” karena ayah jarang lupa untuk membubuhkan inisialnya.. “SS” tapi kali ini.. Ayah mencantumkan Nama anak-anaknyaImage

Kipas 1 warna biru dengan batang bambu.. (diputuskan.. itu punya Uni Osi =p )

Kipas 2 warna hitam diberi nama Saka

Kipas 3 warna biru muda dengan batang kayu, dengan ujungnya dibor agar bisa digantung..  dituliskan nama Mizu

Kipas 4 warna kuning dengan batang kayu dan dengan ujung besi, ditulis dengan nama Mira

Kipas 5 warna pink dengan batang kayu ditulis nama Nansiti

1 May 2013,

Setelah menemukan kembali Kipas Kuning tertanggal  “5-6-1993”

Going to Mecca.. going to Japan My Brother Mizu (part II)

It just happen crossed my mind…

First.. Genetically, he is Minang (West Sumatera) yet born at Bandar Lampung,

Now he lives at Depok (West Java), having his ID from DKI Jakarta.. and he’s planning to make his Passport in Bandung (West Java) …

Guess it is also shown from his Name…  Muhammad (Arab) Mizu (Japan) Batasa (West Sumatera)…

So.. sometimes I called him Ajo (west sumatera) , or  Mizu nii-chan (Japan) or Bro (brother in English)

Sometimes (or often) he said “ I wanna go to Japan… and of course going to Mecca … “

if I ask “why ?”

He said.. “it’s my call.. because of my name” =D

Dear ALLAH…. Please let his dream come true…  

MIZU my brother

MIZU.. (in Japanesse language it stand for WATER)

Maybe because my father prayed my brother to have the “WATER” stuff like being some sort of energy for everyone when everyone already to exhausted ?.

Having separated by birth with just only 2 year made both of us close.. we even enter the same elementary, junior  and high school together… when I was on the first grade.. he was on the 3rd grade.. and always continue…

He is too perfect as a brother…

When we were kiddo.. when most of his friend got a videogame just by asking from their parents.. my brother saved his money.. and bought it by himself…  Also when most of his friend already playing in-line skate .. once again my brother bought it with his own money…

When we were at high school… the day I start wearing hijab.. which I don’t even realized how would I manage to buy a new long uniform.. then again.. one of the senior gave it for me.. later I know.. my brother ask them to buy it for me.. (ups.. how am I gonna repay him).

My Brother never really left me alone..

After he went to college at Bandung, during holiday.. he came home.. sometimes he picked me at school. Well what do you expect.. “a guy riding a motorcycle ??” nope.. my brother just came to our school.. and then we go home together using a bus..

When I entered college.. on the very first day my brother lent me his tiny little room, so that I can slept well, while himself, just slept on the chair (its not even a couch).

When he joined some work and earn his own money…

Some stuff he bought for me.. that flashdisc.. that laptop.. that handphone…

Sometimes it came in my mind.. how did my brother can do that.. “saving all his money.. yet I nearly saw he used it for his own sake.. “

Guess my father’s prayer in my brother name really work.. for my brother being a nice person and having some kind of MIZU stuff.. being others energy when others already exhausted…