Perpanjang Ijin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) TPU Karet Pasar Baru

Perpanjang Ijin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) TPU Karet Pasar Baru

Another 3 years passed by

Ga kerasa, udah berlalu lagi 3 tahun, saatnya mengurus kembali dokumen Alm. Ayah.
Ijin Penggunaan Tanah Makam (IPTM), adalah sebuah dokumen Ijin yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk penggunaan Tanah Makam, kira-kira seperti bayar kontrakan kalau kita masih hidup.
Ada beberapa ketentuan untuk mengurus IPTM, yaitu..

IPTM dikeluarkan per-3 tahun,
jadi ga bisa bayar dimuka untuk berpuluh tahun, kudu diurus per 3 tahun, jadi terserah deh mau sang ahli waris sedang berada dimana, begitu sudah masuk bulannya atau atleast 1 bulan sebelumnya baru bisa diurus perpanjangannya, kebetulan kemarin bahkan Ra diceritakan oleh petugasnya, ada yang datang dari Medan untuk perpanjang IPTM disini. Dan ga bisa juga asal sempat trus mengurus, kemarin ada yang ditolak oleh petugasnya, karena masih terlalu lama, lebih dari 3 bulan lagi baru abis.

IPTM boleh telat diurus sampai maksimal 3 bulan

Yups, di suratnya dituliskan begitu, sampai maksimal 3 bulan telat, kalau tidak, maka otomatis Tanah Makam akan digunakan untuk jenazah lain.

IPTM diurus di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kelurahan Mana aja.
Ra ngejalanin sendiri, berKTP Jakarta Selatan, Dulu alamat Ayah di Jakarta Barat, Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet ini di Jakarta Pusat, tidak ada keharusan mengurusnya di Kelurahan Alamat Mira, Alamat Ayah atau TPU. Saran, mending di PTSP kelurahan terdekat TPU aja.

Oh iya, kalau dulu IPTM dikeluarkan dari kantor TPU sekarang pengurusan IPTM lebih terintegrasi, online..tsaaah keren lah pokoknya..prok..prook..

Yang harus dilakukan adalah :

1. Mempersiapkan berkas :
a.Ijin Penggunaan Tanah Makam (IPTM) ASLI yang dimiliki sebelumnya, jika tidak ada, bikin surat kehilangan dari kepolisian
b. Fotocopi IPTM terdahulu 2lembar
c. Fotocopi KTP ahli waris/ keluarga 2 lembar (KTP yang datang mengurus saja, bukan seluruh ahli waris yaaaa)

2. Datang ke TPU yang dituju
Mira datang ke TPU Karet Pasar Baru Barat, di Lt.1 nanti lapor ke petugasnya “Pak, saya mau perpanjang IPTM”, nanti dicek dulu, kalau masih lama abisnya, biasanya disuruh balik lagi, kalau sudah waktunya, dipersilahkan ke Lt.2
di. Lt.2 ketemu teteh cantik yang baik hati, nanti diminta isi buku tamu.. lalu berkas kita diproses, dan dibuatkan “Surat Pengantar dari Petugas TPU”, lalu berkas kita dibundel dan dikembalikan, dan dipersilahkan untuk ke kantor kelurahan terdekat.
Jangan sembarangan datang yaaa.. TPU ada hari dan jam kerja nya, TPU Karet Pasar Baru Barat 5 working day, alias 5 hari kerja, Senin – Jumat ajaaa bukanya

3. Datang ke PTSP Kelurahan terdekat
Kelurahan terdekat dari TPU ada beberapa : Kelurahan Karet Pasar Baru, Kelurahan Tanah Abang, Kelurahan Kebon Melati.
Mira milih Kelurahan Kebon Melati, sampai di PTSP, serahkan berkas, lalu mengisi formulir, eits..pakai materai 6 ribu yaaa 1 buah, fiuh untungnya mira selalu bawa. Lalu dokumen dibawa ke dalam, truuus.. dapat Surat Perintah Bayar (SPB), dengan virtual account dengan nominal sesuai Blok Makam, masalahnyaaaa… ini harus dibayarkan di BANK DKI.. gubrak…dan kebetulan Kelurahan Kebon Melati ga ada BANK DKI nyaaa.. hiks, tapi alhamdulillah…. Ada ATM nya dan bisa pakai kartu ATM Bank mana aja.. fiuh.. jadi mira langsung bayar di ATM tersebut, struknya langsung mira serahkan kembali ke petugas PTSP, tandatangan bukti bayar..trus nunggu lagi… ga sampai 15 menit..akhirnyaaa IPTM nya selesai.. horeeeee

4. Kembali ke Kantor TPU
Yups, IPTM baru tersebut, difotocopy sekali.. fotocopi nya diserahkan kembali ke petugas di TPU untuk dicatat bahwa kita udah perpanjang IPTM

Selesaaaai… Oia, proses in dikerjakan sendiri, tanpa minta tolong Calo, dll, tidak dikenakan biaya tambahan

Advertisements

Daftar Haji Indonesia … InsyaAllah

Daftar Haji
Bismillah..dengan berbekal agak-agak bertekad..membulatkan tekad, semoga memang ini jalannya..
Akhirnya.. memutuskan untuk mendaftar haji… (semoga suatu hari diberikan ke”MAMPU”an untuk berangkat)
Dengan berbekal, seperti biasa.. “katanya..katanya”, mencobalah untuk menjalani prosesnya.
Jadi, ternyata.. untuk Daftar Haji.. kudu..
1. Tabungan Haji, tabungan haji ini adalah produk dari Bank-Bank yang diberikan kewenangan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Oia, tadinya mau buka di Bank Konvensional, ternyataaaaa… sejak kurleb (kurang lebih) 2-3 tahun yang lalu, yang diberikan kewenangan ini, hanya Bank-Bank dengan label Syariah. Jadi deh, buka tabungan haji di Bank Syariah. Kami membuka tabungan nya di Bank Syariah Mandiri (BSM_red, bukan ngiklan loh ya). Buka Tabungan Haji, syaratnya sama aja.. tinggal bawa KTP dan NPWP aja, ga harus di cabang yang sesuai KTP juga (KTP Jakart Barat, bias buka di cabang Jakarta Selatan), syarat buka tabungan haji tiap Bank, beda-beda, ada yang 100ribu, ada juga yang 500 ribu… truuuus.. kalau udah kebuka, mulai deh.. meniatkan diri untuk menabungkan.. hingga sampai ke NOMINAL SETORAN HAJI -NOMER PORSI (tahun 2017 ini, diinfokan saldonya harus sampai 25 juta, jadi saldo tabungan HARUS sampai ke 25Juta+Saldo minimal tabungan) baruuuu deh bisa melakukan PENDAFTARAN HAJI.
2. Dokumen Pribadi
Selanjutnya.. sambil nabung-nabung, sambil menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan :
a. Dokumen Pribadi (FC dokumen di kertas A4, jangan dipotong yaaa)
• FC KTP : 5 lembar ( 1 FC dalam 1 lembar)
• FC Akta Nikah / Akta Lahir / Ijazah : 2 lembar
• FC Kartu Keluarga : 2 lembar
b. FC Rekening Tabungan Haji : 2 lembar
Tabungan Haji dengan keterangan kalau.. sudah terdebet 25 juta nya.
FC Halaman Depan yang ada keterangan nama kita, dan halaman saldo terakhir dalam 1 halaman A4 yak
c. FC Surat Keterangan Sehat + Keterangan Gol. Darah
Surat Keterangan Sehat bisa diperoleh di puskesmas terdekat, atau.. dari dokter praktek juga gpp, bilang aja untuk DAFTAR HAJI, bukan BERANGKAT HAJI ..
Ket Gol. Darah, bisa didapatkan dari pemeriksaan baru atau kalau dulu-dulu pernah periksa dan ada kartunya, tinggal di fotocopi aja 😃
d. Pasfoto
Pasfoto Haji (dan Umroh) khusus.. berlatar belakang PUTIH, dan yang laki-laki kudu berpeci (eits.. peci atau kerudung nya, dilarang berwarna putih yak) dan 80% WAJAH. Kalau bingung-bingung… tinggal ke Studio Foto yang rada bagusan.. biasanya mereka menyediakan PAKET PASFOTO HAJI dan jangan lupa.. cetak agak banyak yaaak.
( Kebetulan diinfokan oleh BSM : uk 3×4 : 22 lembar ; uk 4×6 : 3 lembar)
e. MAP warna Hijau , kalau mau seragam.. diinfokan MAP DIAMOND kode 5002 😝 : 2 buah, kalau mau berbaik hati kepada orang lain.. bawa agak lebih.. kadang di Kemenag ada yang belum bawa.. jadi bisa kita tolongin 😊

3. Persiapan berkas dari Bank
Yap, setelah saldo kita sampai, dari pihak bank akan menyiapkan dokumen pendaftaran haji.. eits.. ga usah khawatir, dokumen ini, disiapkan oleh pihak Bank ga sampai 30 menit kok.. jadi bisa langsung beres, yaitu :
a. Lembar Validasi dari Bank (Asli) : 4 lembar (berwarna merah-kuning-putih)
b. Surat Penyataan Calon Haji Bermaterai (asli) : 1 lembar
c. Surat Kuasa dari Bank bermaterai (asli) : 1 lembar
d. FC Slip setoran Awal Bank (25 juta) : 1 lembar

Lembar-lembar ini, jangan diganggu gugat.. biarin aja… next step, gabungkan dengan Dokumen pribadi nya untuk next step…. PENDAFTARAN ke Kemenag
Oia.. begitu sudah dapat 4 berkas ini dari Bank, Kebijakannya.. KUDU MESTI HARUS DAFTAR ke KANWIL KEMENAG dalam waktu 5 hari kerja….!!! Jadi, dokumen-dokumen pribadi KUDU MESTI HARUS udah siap Juga.
Next…
Next..
4. PENDAFTARAN HAJI
Pendaftaran Haji dilakukan di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) yang sesuai dengan KTP, kebetulan kami terdaftar sebagai penduduk Jakarta Selatan, sehingga.. kami kucluk-kucluk deh ke Kanwil Kemenag Jaarta Selatan, di…. Daerah Warung Buncit, gedungnya agak-agak “I’m here” alias ga terlalu keliatan, coba aja.. cari-cari gedung dengan catnya agak-agak Hijau. ( dekat REPUBLIKA, kalau dari Arah Mampang, sebelum Pejaten Village. Kalau dari Ps. Minggu.. bisa pakai Metromini (setelah sekian lama.. ngerasain naik metromini lagheeee).
Bagian pendaftaran Haji, di belakang dekat Masjid, di Lt 2 (tulisannya.. tapi sesungguhnya itu lantai ke 3 hehehe. Jam Pelayanan nya, seperti biasa.. Senin-Jum’at, sampai jam 15.00 (istirahat jam 12-13.00) , kami datang jam 13 kurang, alhamdulillah ga ada antrian 😊
Di sini ngapain ajaaaaa…
a. Verifikasi berkas , berkas-berkas yang di atas, memang cuma Fotocopi aja (selain berkas dari Bank yang original), tapi nanti sama petugasnya akan dilakukan verifikasi ke berkas aslinya.
b. Isi Form Pendaftaran
trus, kita dikasi form yang kudu kita tulis tangan, setelah selesai.. tunggu 5-10 menit, nanti dikasi bentuk yang diketik.. jangan lupa.. di CHECK and RE-CHECK.. kalau sudah selesai, selanjutnya…
c. Biometrik, foto digital dan rekam sidik jari , nanti keluar deh.. print out Form Pendaftaran Haji kita, yang lagi-lagi.. kudu di CHECK and RE-CHECK yaaaa… kalau semua udah oke, lalu….
d. Nomer PORSI…..
iyaaaa akhirnya di Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH), di sudut kanannya ada angka NOMER PORSI, Check and Re-check lagi, kalau sudah oke semua, tanda tangan deh.. 5 rangkap.
e. Selesaaaai…..
Dokumen Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH) , bukti pendaftaran akan dikembalikan ke calon jamaah (amiin.. amiin).
Terus dengar penjelasan dari petugasnya “kalau nomer porsi kita, akan resmi bisa dilihat di web kemenag untuk melihat kemungkinan tahun keberangkatan”

Note, kenapa kudu harus CHECK-RECHECK ?? : Karena ini dokumen RESMI pakai bangeeet.. disampaikan ke kedutaan dll.. jadi, jangaaan sampai ada yang salah.. ga usah terburu-buru ngerjain isi form nya. Di check nomer rekening, nomer KTP nya, dll..dl.. pelan-pelan aja.

Medio Maret 2017,

Semoga ceritanya berguna…
ga usah takut ribet.. kalau niatnya baik..
insyaAllah dimudahkan.

Oia, daftar antri nya 16 tahun, ini sudah alhamdulillah, Karena bulan sebelumnya aftar antri nya 22 tahun. Terimakasih atas penambahan quota nya.. Raja Salman 😊
(sengaja ditulis.. Minggu kemarin, Raja Salman dari Saudi datang loh ke Indonesia)

My Sister, My Friend

A few weeks ago, I found the note at the internet

————–

“My Sister, My Friend”

By Barbara D M

It doesn’t really matter if we’re together or apart,

You’re never really far from me, you’re always in my heart.

I love the way we both can laugh, until we almost cry,

 yet hugs each other tenderly when real tears fill our eyes.

In some ways we’re so different, yet our values are so alike,

So I know you’ll always have my back, whenever trouble strikes!!

You know my darkest secret, and you never judge my pain.

You validate my dreams, and let me know they’re not in vain

The face that I often show the world is who “they” need to see,

 but you accept me for myself, as God would have me be.

If I could turn one “wish” to prayer, it would be that you could see,

how precious you are n my eyes, and how you’ll always be

For no matter where life leads us from now until the end,

 I pray you’ll feel my love for you,

 

“MY SISTER, MY BEST FRIEND!!“

——————————————–

And Lucky me, I have two …

#sister 4I am gugel paip.. I am number 4

Ayah, kami..baik-baik saja

30 Mei 2014
Assalamu’alaikum ayah,
Ada banyak yang mau mira ceritain..
Uni,
uni masih di Pangandaran yah, baik-baik aja semuanya,
Muthia mau masuk SMP yah…!!! Masih ingat yah, tentang dulu rencana Muthia untuk sekolah di Jakarta, biar tetap bisa di antar jemput sama Ungku katanya.
Hanif, , tetap aja ga mau lepas dari cupluknya, asa lucu juga sih tiap liat Hanif, pakai kaos tulisan “OMG, I’m so cool” tapi tetap pakai cupluk =D.
Ru, Ru sudah kelas 1 SD, entahlah benar apa nggak dia mirip Uni, yang bisa tahu itu sepertinya memang Cuma Ayah dan Ibu ya.. =p
Ilyas, mungkin percakapan ini yang akan paling ayah suka,
“Ilyas sayang ga sama ……” Ilyas pasti ngejawabnya “ sayang laaaah”, kalau dibilang “ kalau sayang, pelukan donk”, Ilyas bakal meluk orang itu… hm.. agak mirip sama Ajo Mizu dulu ya yah… =D
Ajo Gadang
Ajo makin sering wara wiri nya, semakin banyak saudara yang dikunjungi. Sesuatu yang dulu, tampak di luar jangkauan ayah ya.. Mira masih ingat, betapa dulu Ayah bisa ga pulang-pulang bertahun tahun ke Padang.
Aisyah, masih ingat kan Yah, dulu pas lahir, Aisyah tuh mirip banget sama ummi nya.. eh, makin kesini, malah mirip Ajo =D. Aisyah suka banget olahraga.. apalagi bola.. mirip banget sama Ajo, abi nya kalau udah mulai apal nama-nama atlit… hadooh.
Shofi , segitu pemalunya Shofi dan jarang ngobrol.. sekarang, astagaaa banyak banget ngobrolnya. Oia, Shofi kalau bicara sopan banget, dan lai ado logat Minang nya.. Mira harus berusaha bertutur dengan baik kalau ada Shofi.
Ajo Mizu
Sekarang Ajo Mizu kerja di perusahaan asing.. xixixixi.. masih ingat ketika dulu suka becanda dengan Pager ayah “ Yah, jemput Mizu di Soekarno Hatta” , sekarang yah sudah beberapa kali hal itu terjadi, “landing di Soe-ta”, yah berangkat sendiri pulang sendiri sih.. Gpp lah, anak ayah sudah besar.
Hudzaifah, akhirnya di keluarga ini turun juga sebutan Ajo, dan sekarang suka rebutan sama Ajo Mizu, abi nya sendiri “kok Cione manggil Ajo ke Abi ?”. untuk yang ini, Huu mirip banget sama Mira, berasa panggilan One itu Cuma punya Mira.. hehehe.
Malikah, si ade bule… xixixixi.. Mira manggilnya gitu, makin kesini makin bule sih. Malikah paling suka lari-lari meluk Cione nya klo pulang… ah jadi ingat, Mira punya utang buat film tentang Malikah, masih ingat yah, ketika dulu Mira membuat Buku Cerita tentang Uni, yah sekarang request nya Film.. dudududu.
Khunais, Khunais baru mulai senyum2 aja yah.. blum keliatan apakah Khunais akan jadi Oppa Korea seperti Ajo Hudzaifah nya, atau Noni Bule seperti Uni Malikahnya

Nansiti,
Nansi sekarang tinggal bareng Ibu,
Ruqoyyah , makin pintar saja ngejawabnya, kadang dibuat bingung dengan pertanyaannya.. Ruqoyyah sudah bisa membaca ya… jadi sekarang kalau nyari oleh-oleh tidak perlu repot..cukup belikan buku bacaan saja.

Muhammad, Muhammad lahir 1 tahun kurang 1 hari setelah ayah ga ada, jadi pertanyaannya yah, waktu lahiran siapa yang nganterin ? hehehe waktu itu.. semua yg di depok ikutan riweuh. Muhammad masih cadel, beberapa huruf diganti dengan T, seperti Ruqoyyah menjadi Toya, dan Cione menjadi Tone xD

Jafar , blum bisa ngapa2in yah.. baru bbrp bulan umurnya.. tapi udah bisa sedikit diajak “ngobrol” =D

Oia yah..
intinya.. kami semua..alhamdulillah baik-baik saja…

Ayah, Ini cerita kami...

Ayah, Ini cerita kami…

# Ayah dengarlah, betapa sesungguhnya ku mencintaimu..
Ku trus berjanji.. takkan khianati pintanya
-Osi-Iga-Iju-One-Siti-
# Kami Kangen Ayah

Doctors only do GOOD things, can’t do GOD things

Image

JUST WHITE SNELLI not WHITE WINGS

That day, a father text his daughter, whom a doctor who live at another city : “I found myself, little bit yellowish, in my eyes”, that time his daughter only thought “aaa, probably just hepatitis A”, Dad, just do lab test for Hepatitis marker and Liver Function” and when the result came, it wasn’t Hepatitis A, it was another Hepatitis #there is his daughter limitation in knowledge.

And so, that father went with his children to see a Hepatologist, done some another lab test, when his child only diagnose it Hepatitis, that Hepatologist diagnose bile obstruction, you should meet the Gastrologist. # there is another limitation of his daughter and that Hepatologist know where his area of work due to his competency. 

“Before we do the endoscopy , it is better we do MRI first” said the Gastrologist.

“Fine Doc, we’ll do the MRI first” and the result came “stone” or so ever, at least that can be seen in the expertise written by the Radiologist, and the Gastrologist agree.. “okay, lets schedule the endoscopy, it is only a simple procedure, no surgery, but do Pray so we can up the stone that causing the obstruction, otherwise we going to open up him in laparatomi ” 

On the day for endoscopy, his daughter said to her father “don’t worry Dad, it will only take a moment, after that you should be in no pain again” (his daughter was so sure that this was the best, and all what her father went through will be the last, her father will cure )

Once the endoscopy DONE, the Gastrologist met his daughter and said “I am afraid, it is not a stone, it looks like those obstruction done by something from outside of the duct, and we should contact the surgeon now. He should know what to do next”

#there the gastrologist done what is his higher knowledge know, and when there is nothing more he can do, he refers his patient to other doctors.

And so that father awake from the anesthesia he asked his daughter “ so, did it taken, the one that obstruct ?” his daughter replied it simply “no, not yet dad, you are going to undergo surgery, open up your stomach to find the things that obstruct your bile” that moment his daughter whom a daughter said in normal voice, like it is not a scary things, she forget that she is also facing an ordinary patient whom don’t understand and probably scared to surgery”.

Day and Night that father complaining “it hurts” yet his daughter don’t listen much, she only went to see a surgeon and simply said “ So doc, when will the surgery ?” with a big hope that the surgeon will said “yups, just that. A simple surgery” But the answer given was a totally out of his daughter mind. When the surgeon said “ what do you mean surgery ? Your father got acute pancreatitis, any doctor will never done surgery with this condition, do you want to kill your own father?!! don’t you realize even after fasting for 8 hours his sugar over 300,we need to stabilize his sugar level first. And also, this MRI , I think it’s not a merely stone, I suspect malignancy”

#What the… 3 weeks ago his daughter only diagnosed him with simple hepatitis, a week later the hepatologist said it was bile duct obstruction.. and the gastrologist said it is not in the duct, and now the surgeon said pancreatitis..and suspect malignancy ???!!!!

The next two day,

That father had difficulty of breathing and decrease level of consciousness, after being Rontgen, the lungs all cover with fluid (than again, the daughter whisper to herself “no way.. 2 weeks ago, the lungs just fine, like a normal lung..what is this ?). and after that came the Pulmonologist, she said “its include the last shield..Last to battle “(aaah dear daughter once again only little you know about the disease)

Even though her father is no longer conscious, and the children already give up, yet the anesthesiologist said “there is always hope”. OK the children put their trust to the anesthesiologist. However fate really have their own way to be unpredictable, that night the father’s heart stop, even after the team able to bring back the beat, but the Anesthesiologist said “tonight will be a hard night, we don’t know whether your father will able to get it through”

Should the children angry with the hepatologist whom said “just hepatitis” based on lab

To the radiologist “only stone”

To the gastrologist “lets endoscopy it”

To the surgeon “no, I won’t do the surgery, I will postpone it”

To the pulmonolgist said “within a week a lung can go scattered”

To the anesthesiologist who can bring back the beat once

To the team that said “we did what the best we could”

To the daughter who sign the Do Not Resuscitate form

And.. that father closed his eyes forever.

Whoever that is, family, friend, brother, sister anyone.. please don’t judge the children with painful comment “why don’t you see that doctor, why didn’t you give your father this medicine..”

Don’t blame all the doctors whom already done their best between risk, benefit and their heart.

just let the children have faith that they have done all they can, ask for the expert, yet there will be always ONE POWER, just like healing is a result, so do the death, and that ONE POWER wasn’t in the hand of human whom we call DOCTOR, but ALLAH THE ALMIGHTY.

DOCTORS ONLY DO GOOD THING not GOD THING

JUST WEARING A WHITE SNELLI NOT A PAIR OF WHITE WINGS

A memory develops in the heart not in the brain, isn’t mom

A memory develops in the heart not in the brain, isn’t mom

Hi Mom,

9 months 10 days, the first time I stay in your womb.. It must be a great thing for you, mom!

A memorable moment, well recorded in your memories … as for me, the baby? There was no memory recorded in my brain.

The first 2 years, when I was being held, when I start my first step, when I grasp your warm hand..

Once again.. It sure is a memorable moment for you, mom …

yet not for my brain…

Entering the 5th – 6th first year … when I started my first journey getting out from our warm home, knowing first school, first friend, on the first day you escort me, your little child..

That sure do another memorable moments for you, isn’t mom? ,

But as for me?.. Maybe what I recorded well in my brain were.. “Hooray, my school is fun” not the warmth of your hand holding my little hand along the road, nor the look “ah, there go my little one, study well my child”.

Starting the formal education, being the best at school, hearing my name on the stage to be given an award, that sure is another great moment for you, isn’t mom?.

Then again, how about in my brain “yes, what should I ask as reward from my parents… where should I go with my friend afterwards”.

Everything about a child for a mother, will always be a package of a great happiness, joyfulness memories as memorable moments..

And,

How about a mother for her child?

Dear mother,

When I was in your womb, you know I often kick right?  That’s how I tell you “mom, you are not alone

For the first 2 years, it’s not you who teach me how to walk by holding me, but I am the one teaching you to walk slower and enjoy the path we walk together.

For the first 5th-6th year … when your looks “study well my child”, when you look deep on my back..

Don’t you know mom? When you turn your back,  I did reply it by yelling deep in my heart “YOU’LL SEE MOM.. I AM GONNA TELL EVERYONE HOW GREAT MY MOM… I WILL STUDY HARD”

When I got my first award, my brain sure did said “Hm… what should I ask for the rewards” ..

But my heart said “Dear mom.. Do you proud of me? Am I the child you are hoping, I really had done my best

That’s right mom, I am very sorry if my brain don’t remember a lot of your warmth,

because memory doesn’t develop in the brain, it is keep deep in the heart.

As for you mom?,  As a mother in my heart, it’s like a huge locker that filled with all of great package of memorable moments.