A friend, I call Uni

born as the 4th child in the family with 2 brother before make a distance betwen me and my older sister, 7 years distance.
that distance made all kind of “sister-talk” doesn’t really happen.
Well, what can I expect,
when I start to talk, she’s gone to her school life.
When I know A..B..C she’s too busy with her friends
when I can drive my bike, she’s already catching up the bus
When I finally reach the age that can properly do chat (I have my own ID and going to high school), she’s already married.

then, I tried to remember…

From the old photo album,

When I wa a tiny little baby, she’s the one that sitting next to me.
When she can ride her bike, I sat behind her.
when picking clothes for the holiday, I prefer her choices
When college being a tough hard.. her burning spirit always there
(probably because we both take the same major)

it really is takes time to realize
that when I am still a little child, she is my older sister
and now, my sister is my friend

Yups, My Sister is My Friend
big-sister-standing

Luv U sist.

Listen.. and get a lesson from it

Listen.. and get a lesson from it

I really like to have a little chat with my sister,
Why ? because I know, that she went through almost everything far before myself,
I call it “the Journey of Life” or aka experience
She taught me…
If you met this kind situation, better do this
If you met that kind situation, better do that.

That everything that we went through, someone else already through it.
No matter how stormy the storm is, it will pass
The most important thing are, having to realize it, that it is all ALLAH’s wish.
If you are having a hard time.. just be patient
If you are giving a blessing, than be grateful
Well that doesn’t mean that my sister is a super duper a great problem solver.
IMHO, there is nothing wrong, listen the story, and get a lesson from it
Well after all, isn’t a sister will always want the best for her sister
#Alhamdulillah
#yeah..yeah..she’s the number 1 Uni

big-sister-standing

#quote from google search

Ga Boleh Gengsi untuk Jalin Silaturahim

“Ga boleh gengsi untuk jalin Silaturahim”

asa..asa jleb gimana gitu, dibilangin gitu.

Berawal dari curcol :
‘iyaaa..biasanya aku yg nge wa, trus skrg mendadak males aja memulai wa’, trus diingetin sama si ade gitu…
xixixixii…
padahal dipikir-pikir… yaa sama dia juga, seringan aku yang mulai duluan untuk nge-wa..

Intinya..
Ya sesuai judul itu,
ga usah gengsi…karena
ga ada ‘peraturan’ dalam pertemanan..
1.siapa duluan yang wajib nyapa
2.menyapa hanya ketika ada topik percakapan.

Coba ingat ingat deh dulu, Sebegitunya dulu.. berkomunikasi dalam pertemanan,
a. Pakai telepon rumah sampai diplototin ayah ‘lamaa amat nelp nya’
b.Pakai telpon umum, interlokal mahal2
c.Trus beralih ke telpon yang 3 detik gratis, tapi selama sejam lebih.. relaaa banget

Trus.. apa sekarang mau pakai alasan,
sms mahal ? padahl sms cuma 150 rupiah
nomer hp nya, ilang
pdhl sebagian teman sudah pakai segala socmed..wa path, line, fb dll..
‘kuota mahal’ padahal sebagian dari kita..nangkring di kantor yg disediain wifi gratiiis..

berbaik sangka aja, ketika mereka tak menyapa kita duluan, mungkin memang mereka sedang sibuk, atau mereka lagi abis kuota.

Nah, klo kita ga sibuk2 banget.. trus (kebetulan ada) kuota gratis, gpp banget looh..memulai kembali sapaan pertemanan itu, walo dibalesnya mungkin besoknya.. minggu depan..

Even a broken rope bridge, if we keep throwing ropes to the other side…eventually..someday..we get a new bridge to be crossed.

#Silaturahim
#Ukhuwah
it is not just about starting a relationship..
it is about maintaining a relationship SC20160310-184125-1 (2)
#picture from google

Berteman dengan (CEO) Online Shop

onlineBerteman dengan (CEO) online shop

Pilihan kiriman
-via Pos
-via kurir
-via gojek dll
-via diri sendiri
———-
Enaknya kalau yang jual teman sendiri,
1.bayarnya bisa ntar2.. (eh jangan ditiru)
2.Kirimnya juga bisa ntar2 (apalagi ini)

Hehehe…
Ga laah…
kan harus jadi teman yang suportif doonk terhadap bisnis teman sendiri..!!!
Ya, kalau kebetulan punya teman yang punya Usaha, justru haruuus doonk suportif…

simpel aja lah..
klo kepengen jualannya..
ya pesan, abis pesan, ya bayar sesegera mungkin (kan biar rapi pembukuannya dia juga).

Trus tentang pengiriman,

Kadang-kadang, dikirim lewat gojek..
kadang lewat POS (padahal hanya berjarak bbrp km juga sih sebenarnya),
makanya terkadang saya ambil ke Rumahnya langsung, atau
meet-up dimana gitu,

Buuukaaan ga mau rugi sama ongkir yaak
(daa saya yakin, kayanya bakal dikasi free ongkir juga sih sm teman saya ini hehehe).

Saya lebih suka menyebut
‘alasan untuk bertemu’,
yaaa sengaja dibuat ‘nanti ajaa dikasinya pas ketemuan’,

Kenapa ?

Karena…
yang online di dunia maya itu.. sistem jualannya…
Tapi pertemanan kami tetap harus dijaga di dunia non-maya

‪#‎Ukhuwah‬, sesekali bertemu..itu perlu.

STR ..SIP…Done.. for the next 5 years

SIP… fiuuh for another 5 years (4.5 years)
Akhirnya.. akhirnya Surat Ijin Praktek nya selesai juga.
Waloooo ribeeeet
eh ga boleh bilang ribet yak..
Oke deh,
full of administrasi

Kenapa Ra bisa bilang gitu ?

Yaaa dipikir pikir, yang `berada di posisi` Mira, kemungkinan akan MALAS tingkat tinggi.
Kenapa ?
Karena KTP Mira KTP Jakarta, jadi Surat Rekomendasi nya dari IDI Jakarta.
Trus… aslinya, Rumah di Depok. Lalalala..
Dan saat ini Mira mau buat SIP di RSUP dr. Hasan Sadikin alias Bandung.

Jadi kira-kira bisa kebayang bolak-baliknya kaya apa

Trus flow Administrasinya apaaa ajaaa..
Surat Tanda Registrasi (STR)
Maret 2015
Pertama, sebelum mengurus SIP, haruuus mengurus perpanjangan STR dulu, tapi alhamdulillah pisan.. IDI Jakarta Barat bageeeuuur pisan, very helpful selama kita ikutin administrasi nya mereka.
23 Maret nyerahin berkas ke IDI Jakarta
Alhamdulillah STR Mira selesai within 3-4 bulan (others complaining by due date over 6 months) (see STR Fiuuh for another 5 years)

28 July 2015 selesaaai.. horeee
Truuus.. udah dengan PD nya `STR saya udah selesai, mau buat SIP`, eeeh ternyata..

Surat Keterangan Domisili
Agustus 2015,
Buahahaha.. ternyata, di Jakarta sudah ga keluar lagi surat keterangan Dinkes `tidak melakukan praktek di kota Jakarta` , akhirnya kata IDI Bandung, `pakai surat keterangan Domisili aja`, jadi..
kucluk kucluk ke Bu RT dan Pak RW sampai ke Kelurahan dibilangn `form nya bukan ini` haaaaa…. Ulang lagi donk ke Bu RT dan Pak RW.. truuus.. eeeeh sampai ke Kelurahan, dapat informasi `lembar pengantar dari RT RW nya salah, dan sekarang sudah tidak keluar lagi, surat keterangan Domisili (harusnya pindah KTP hehehe), eniwei akhirnya lanjut juga ke kecamatan untuk nanya kepastian, akhirnya pasti `ga ada surat keterangan domisili`, jadi berbekal surat Keterangan dari RT dan RW aja.. berdoa aja, diterima sama IDI deh.

KRIP dan Rekomendasi IDI Asal
Sejak 2012an, ada mini workshop yang diadain oleh IDI untuk mendapatkan surat dari KRIP (Komite Rekomendasi Ijin Praktek), dan diadainnya juga sebulan sekali aja, daan lucky Mira.. pas banget nelponnya, dibilang `KRIP yang bulan ini, diadain weekend ini Dok` huaaaa.. langsung daftar (oia.. GRATIS, walo itu berarti, kudu kucluk2 dari Bandung ke IDI Jakarta Barat di Meruya.. Gpp Jalanin ajaaa.
28 Nov 2015
Pas KRIP itu, dijelasin apa yang harus dilakukan, supaya sejalan dengan ketentuan UU dll, yang menjalani KRIP ini, yaaa semua yang dokter umum maupun dr Spesialis, jadi ajang sharing juga sih.
Setelah selesai ikutan KRIP ini, dapat sertifikat dan Surat Rekomendasi Ijin Praktek. Sekitar 2 mingguan dan sertifikatnya boleh minta tolong dikirimkan loooh
Oia, untuk Rekomendasi IDI tiap anggota wajib Bayar Rp.60.000 aja kok, trus siap siap bayar keanggotaan IDI yak waktu kmrn itu, mira bayar langsung Rapel 5 tahun

Daaaaan.. akhirnya,
Tengah Desember 2015, berkas diserahkan semuaa ke IDI kota Bandung.
Oia, untuk anggota IDI non Bandung, bayar biaya pengembangan IDI 300ribu. Surta rekomendasi dari puskesmas setempat, daan udah deh.

Akhir Desember Berkas (katanya) diserahkan ke Dinkes..

Alhamdulillah..selesai

Alhamdulillah..selesai

Dan akhirnyaaaa… Di Februari 2016 ini.. SIP Mira Jadi…. Huaaa.. terharu gimana gitu..
Alhamdulillah pengurusan SIP nya juga ga sampai 2 bulan.