Antar- Jemput adalah HOBI Ayah kami

Antar Jemput adalah `HOBI` Ayah kami

Ayah senang sekali melakukan hal `antar jemput` ini.
Saya sendiri tidak dapat mengerti, kenapa Ayah melakukan hal itu.

Teman sekolah kami pasti mengenal Ayah kami, karena Ayah kami adalah yang suka sekali mengantar dan menjemput.
Ketika saudara datang, Ayah akan menjemputnya di stasiun, di bandara, dan akan mengantarnya kembali, ke terminal, ke stasiun. Kalaupun ayah tidak sempat mengantar, setidaknya Ayah akan berusaha membelikan tiketnya di sela-sela aktivitas kantornya.
Ketika ada undangan pernikahan dari `sodara` sekampung, Ayah akan berubah menjadi tukang pos nya, Ayah akan berusaha mengunjungi satu persatu orang-orang tersebut.

Maka tak heran ketika menemukan `goggle maps` di tas kecil ayah, di sana kami menemukan kertas kecil yang banyak, dengan tulisan ayah dengan alamat dan cara menuju kesana, saya sendiri pernah menemukan kertas bertuliskan `keluar tol kopo, belokan kedua, lihat plang…` Ya itu lah google maps versi Ayah.

Lalu ketika saya menanyakan `kenapa sih Yah, ayah melakukan hal itu ?`
Ayah bilang ` Ayah kan ga ada uang untuk menolong saudara ayah, jadi kalau hanya ini yang bisa Ayah lakukan, maka ayah akan lakukan, walau cuma sekedar mengantarkan undangan, sekedar menjemput, sekedar mengantar`

Maka ketika suatu hari, dengan berat hati , mobil Zebra Ayah harus dijual, dan Ayah tidak lagi bisa melakukan kegiatannya `wara-wiri`, dan saat itu, kamipun tak pula bisa melakukan apa2..

suatu hari, Ayah mendapatkan telepon dari salah satu minimarket, memberitahukan kalau anak Ayah ada yang mendapatkan hadiah Motor, maka sejak itu.. di rumah Ayah jadi ada Motor, dan Ayah menjadi bisa wara-wiri lagi.

Tapi, HOBI Ayah yang suka Antar Jemput ini, rada susah sepertinya kalau dengan sebuah motor… maka suatu hari, Ayah pun disediakan sebuah Karimun Biru, dengan sedikit ucapan `biar Ayah dan Ibu tak kehujanan dan kepanasan kalau pergi keluar`.

Ya, kalimat itu lah yang sering diucapkan Ayah, ketika ada saudaranya yang bertanya `kama Mobil Zebranyo jo ?`, Ayah akan menjawab `lah dijua`, lalu ketika ditanya `iko, oto sia ?`, Ayah menjawabnya `oto anak, awak mamakai sajo, keceknyo bia awak jo induknyo indak angek di jalan`
Lalu kalimat yang paling Ayah senang `eeee, lah sanang ajo kiniko`

Dan Ayah pun tetap bisa pergi kemana mana dengan mobil karimun itu.

#terimakasih Uni dan Abang, yang sudah berusaha menyenangkan hati ayah, tetap membuat Ayah merasa berguna bagi anak dan saudara2nya.
Facebook-20150524-065725

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s