Cemilan kami buatan ibu..cemilan ibu kami belikan

Cemilan kami… buatan ibu

Bubur kacang ijo,

Wanginya bubur kacang ijo buatan ibu, terkadang membangunkan kami di minggu pagi..  bubur kacang ijo buatan ibu itu.. bedaaaa karena ibu menggunakan susu bubuk… dan Ajo gadang.. bisa makan bubur kacang ijo dengan Nasi 

Bubur Sumsum

Paling repot kalau ibu sudah buat bubur sumsum.. bisa-bisa ibu ga masak lauk dan nasi.. jadi seharian hanya makan bubur sumsum saja dan Siti dengan senang hati memakannya

Kolak pisang

Ramadhan di Jatinangor dan bandung, seorang teman bertanya “ga beli tajil kolak ?” .. aku menjawab “ga, Cuma makan kolak buatan ibu saja”..  so jadilah.. setahun itu.. Cuma makan kolak paling 2x.. kalau kebetulan pulang ke Jakarta sebelum lebaran dan ibu membuatnya.

Kolak buatan ibu beda.. karena gula nya dari padang, pisangnya dari lampung..daun pandannya dari pot depan rumah

Koktail buah

Koktail buah yang mesti diusahakan hadir setiap lebaran.. koktail buatan ibu pakai gula asli, dan cuma 4 buah (Nanas, Pepaya, Labu siam dan Bangkuang) tanpa tambahan sirup..tanpa tambahan agar-agar atau kolang kaling dan semuanya sama dipotong dadu.. Dan sekali buat bisa buat sedandang besaar.. dan Uni dengan senang hati membawanya ke rumahnya saat lebaran sudah berlalu.

Pepaya Santan

Pepaya itu.. bisa lama sekali berada di kulkas.. tapi kalau sudah berubah menjadi gulai..alias diberi santan.. bisa habis dengan segera..served chilled better… =D

 Cemilan Ibu.. kami belikan

Pizza

Ibu : “beli apa ?”

Mira : “pizza bu.. emang ibu doyan ?”

Ibu : “makannya gimana ? saos nya begini ?”

D’ crepes

Mampir ke Mall, menelpon siti

Mira :“ti, mau d’crepes ga ?”..

Siti “mau.. eh ibu juga katanya mau..yang black pepper beef”

Ocha botol

Siap-siap Ke indomaret..

Ibu : “ mau beli apa ?”

Mira : “nugget sama teh botol, ibu mau nitip apa ?”

Ibu “ Ocha-ocha itu.. beli 2 dapat 3.. yang itu aja “

Ah, ibu.. cemilan ibu.. begitu mudah kami menemukannya..bahkan hanya perlu mengangkat telp lalu delivery…sedangkan cemilan-cemilan kami sangat sulit ditemukan yang sama..sehingga kami hanya bisa “berharap ibu akan selalu bisa membuatkan cemilan kami”.

Terima kasih ya bu..

Ayahku..hanya mencoba melakukan yang terbaik

Ayahku..hanya mencoba melakukan yang terbaik

Ayahmu.. mungkin mengambil cuti disaat kamu liburan sekolah agar bisa bermain bersama

Ayahku..membiarkan aku berkunjung ke kantornya ketika liburan sekolah tiba.

Ayahmu mungkin menghadiahkan hadiah liburan ketika kamu lulus SPMB

Ayahku.. mengambil cuti 2 hari untuk mengantar dan menemani aku ujian SPMB

Ayahmu..mungkin membiarkan dirimu memilih benda-benda dengan warna kesukaanmu..

Ayahku.. membelikan aku Handyclean, ketika aku bertanya kenapa ? Ayahku menjawab “karena Ayah tahu kau suka warna Biru..dan tutup Handyclean ini warna biru”.

Ayahmu..mungkin sangat senang ketika kamu memberikan hadiah Hp model terbaru.

Ayahku..hanya mengatakan bahwa Ayah ingin membeli Hp, tapi diantar oleh aku.

Ayahmu..mungkin seorang insinyur yang mampu merakit mobil

Ayahku..hanya seorang ayah yang bisa membantuku membuatkan model pesawat sederhana sebagai tugas kuliah

Ayahmu..mungkin seorang dokter yang menyembuhkan banyak orang

Ayahku..hanya seorang ayah yang rela lari keliling komplek rumah sambil menggendong aku yang menangis keras karena perihnya obat yang diteteskan ke luka yang aku alami.

Ayahmu mungkin seorang arsitek yang mendesain gedung tinggi atau jembatan megah

Ayahku..hanyalah seorang ayah yang memasang langit-langit rumah 2 buah setiap pulang kerja

Ayahmu mungkin seorang guru yang mengajarkan ilmu pada banyak orang

Ayahku..hanyalah seorang ayah yang tak akan mengganggu aku di saat aku belajar

Ayahmu mungkin seorang pilot yang menerbangkan pesawat ke luar negeri

Ayahku..hanyalah seorang ayah yang menyempatkan menyetir mobilnya untuk mengantar aku ke sekolah

Ayahmu mungkin seorang chef makanan buatannya yang disukai banyak orang di restaurant terkenal

Ayahku..hanyalah seorang ayah yang memasakkan aku nasi dan membelikan lauk disaat ibu ku sedang pergi.

Ayahmu mungkin memang yang terbaik

Ayahku..hanya mencoba melakukan yang terbaik

“Ayah itu..Tidak Membelikan.. tapi Ayah Membuatkan”

“Ayah itu..Tidak Membelikan.. tapi Ayah Membuatkan”

Jangan beli..!! Marah Kakek nanti..”  adalah kalimat yang sampai sekarang masih terngiang ditelinga, karena setiap kali melihat benda dari Kayu, apapun bentuknya.. meja..kursi..dadu, alat peraga, truk mainan ,bahkan rumah selalu teringat pada Ayah dan ayah selalu bilang “Jangan beli.. marah Kakek Nanti”

Meja Belajar

Ketika Anak-anak nya mulai Sekolah.. dan anak-anaknya bukan tipe yang belajar di Meja Belajar, Ayah membuatkan Meja Kecil (seperti meja yang digunakan untuk mengaji di Masjid).. hanya bedanya.. Meja buatan Ayah “didesain oleh Ayah supaya 1 Meja itu.. cukup untuk membuka 1 buku Tulis dan 1 Buku Mata Pelajaran…

Melihat sang anak menulis sambil mengangkat-angkat buku pelajarannya..  maka ayah membuatkan kembali Meja belajar lainnya, dengan kemiringan yang “PAS” sehingga sang anak tidak perlu mengangkat2 buku nya..

Meja itu.. di cat oleh Ayah.. dengan cat Meni (kata ayah itu namanya) lalu di cat untuk kayu (baru tau kalau cat itu berbeda-beda ya) bahkan Ayah mendempulnya.. persis seperti tukang kayu Ahli..

Dadu

“Ayah, mira sedang pelajaran kemungkinan.. besok ada percobaan dengan menggunakan Dadu, jadi disuruh membawa Dadu”

Mira tidak membawa dadu dari permainan ular tangga atau monopoli..

Tapi Mira membawa Dadu berukuran 1 inch berbahan Kayu lengkap dengan titik Merah nya..

Yap.. Ayah membuatkan dadu tersebut dari sebuah kayu tak terpakai, lalu di amplas agar tidak melukai tangan lalu di gambarkan 1 bulatan hingga 6 bulatan

Biologi

“Ayah, Mira mau percobaan, seberapa besar kemungkinan sifat genetik itu muncul.. caranya dengan Lempengan kayu diberikan jarum lalu jarum nya diputar. Setelah berapa putaran berapa kali jarum itu akan berhenti pada suatu titik…

Besok nya Mira membawa sebuah Lingkaran terbuat dari Kayu.. dengan penunjuk dari Kayu yang seperti Panah, dipasang dengan menggunakan baut dan paku, sehingga diharapkan ketika diputar tidak akan ada peristiwa jarum bengkok atau nyangkut, karena “sekedar dipaku”

Lemari

Menjadi Anak Kos yang terpisah dengan orangtua, mengharuskan mempunyai benda-benda seperti lemari dan meja belajar, Hal yang sebetulnya sangat simple aja.. pergi ke Pasar Kaget tiap Minggu, beli deh Meja Belajar.. atau Lemari..

Tapi Ayah.. membawa Lemari dari Jakarta.. Lemari dengan inisial namanya “SS”.. haaaa Ayah, berapa lama waktu yang ayah habiskan untuk membuat lemari itu..

Hanger Baju

Menjadi anak Kos yang sering rebutan jemuran.. udah gitu.. badan kecil.. jadi kalau pun pakai hanger, bingung menggantungnya.. jadi.. Ayah pergi ke Toko Bangunan, beli Kawat tebal, lalu dengan telatennya dijadikan berlekuk-lekuk sehingga bisa menggantung beberapa baju.. sedangkan panjangnya.. disesuaikan dengan tinggi badan Mira.. sehingga mira bisa menggantungkannya sendiri tanpa perlu teriak “ga sampe..!!”

Truk Mainan

In-line skate Mizu yang tak terpakai…  sebagai Roda ditambah potongan kayu … dengan sedikit cat.. lalu sedikit ujung dirigen sebagai Kaca Spion .. Jadilah sebuah Truck Mainan dengan 8 Roda..

Rak Obat

Osi Perlu Rak Obat dengan ukuran segini ya.. trus nanti sekali-kali harus menumbuk puyer.. berarti perlu meja juga.. Ukur sana-sini disesuaikan dengan tinggi badan, agar tidak terlalu menunduk ketika membuat puyer.. Ayah membuatkan Lemari Obat itu..

Rumah

Berapa Luas tanahnya.. berapa pipa yang diperlukan.. berapa instalasi listriknya… Osi mau dimana kamar mandinya… tempat meletakkan mesin cuci nya.. Ayah akan buatkan rumah itu…

Akhirnya sampai sekarang, itu pula yang menjadi Kalimat diantara kami.. jika menemukan benda-benda dari kayu dan ternyata salah satu diantara kami mendapatkannya dengan Membeli akan ada komentar”Jangan ketauan Ayah..ntar dimarahin ayah loh.. karena Ayah bisa membuatnya =p”

Image

“Ayah Jarang membelikan apa yang kami inginkan.. tapi Ayah Membuatkan apa yang kami perlukan” 

Terima kasih ayah..

Kipas tangan itu…

Ketika ada sebuah paket dengan pengikatnya, ayah akan mengumpulkan pengikat itu.. dengan warnanya masing-masing… lalu di kala dirinya senggang (atau sengaja disenggangkan).. Ayah mulai melipat..menggunting..menyambungnya… lalu dipasangkan ke sebuah kayu.. sampai menjadi Kipas Tangan..  Ketika ada saudara memintanya.. Ayah dengan senang hati memberikannya.. lalu mengumpulkan tali-tali pengikat itu.. lalu kembali membuatnya menjadi sebuah kipas tangan

Entah kapan dimulainya… ketika kami iseng menanyakan : “ngapain sih Yah..?”

Ketika lalu.. TADAAAAAA

Seperti “masterpiece” karena ayah jarang lupa untuk membubuhkan inisialnya.. “SS” tapi kali ini.. Ayah mencantumkan Nama anak-anaknyaImage

Kipas 1 warna biru dengan batang bambu.. (diputuskan.. itu punya Uni Osi =p )

Kipas 2 warna hitam diberi nama Saka

Kipas 3 warna biru muda dengan batang kayu, dengan ujungnya dibor agar bisa digantung..  dituliskan nama Mizu

Kipas 4 warna kuning dengan batang kayu dan dengan ujung besi, ditulis dengan nama Mira

Kipas 5 warna pink dengan batang kayu ditulis nama Nansiti

1 May 2013,

Setelah menemukan kembali Kipas Kuning tertanggal  “5-6-1993”