Ayah mendahulukan.. Ayah terakhir

Setiap sore, ibu menyiapkan makan malam, Kata Ibu, jaman dulu.. waktu ibu dan ayah kecil,  anak tidak boleh makan duluan dari ayahnya… Jaman dulu… segala yang dihidangkan itu..harus ayahnya dulu.

Kebayang, betapa jaman dulu…“selalu didahulukannya ayah dari anak2nya”.

 

Ayah : “Hari ini masak apa bu ?”

Ibu : “ikan mas goreng”

Ayah : “Anak-anak sudah makan ? ya, ayah makan deh” lalu mengambil bagian tengah…

Ibu : “itu kesukaan mira…”. Ayah meletakkan lagi… mengambil bagian kepala…

Ibu : “itu kesukaan osi”.. jadi ayah mengambil bagian ekor saja.

Besok sore nya…

Ayah : “hari ini masak apa bu ?”

Ibu : “gulai udang, tapi masih ada ikan mas kemarin”.

Ayah : “anak-anak ga mau lagi ikannya ?”

Ibu : “Ga, ayah aja yang habiskan”.

Mira : ambil udang banyak-banyak.. taro di piring, “Ayah… kupasin donk…”

Ibu : “udangnya aja diambil… tahu tempe dan kacang panjangnya ga..”

Ga lama ada Ajo Gadang, Ajo juga Ambil Udang, tahu dan tempe aja.

Ibu : “sayurnya…”

Mira dan Ajo gadang : “ini… menunjukkan 1 batang kacang panjang seukuran 10 cm”

Hehehe….

Besoknya…

Ayah : “hari ini masak apa bu ?”

Ibu : “Ikan mujair goreng”

Ayah : “kok ada yang disambal ada yang tidak ?”

Ibu : “yang disambal Mizu, yang tidak Siti”

Ayah : “Lauk kemarin masih ada ?”

Ibu : “tinggal gulai kacang panjangnya… (udang, tahu tempe sudah habis).

Ayah pun memakan gulai itu…

“Ayah akan melupakan apa yang ia inginkan.. agar ia bisa memberikan apa keinginan anak-anaknya”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s