yang nanda panggil Ayah

Untuk dirinya..

yang kupanggil Ayah…

Matanya… yang menatap tajam… namun dapat menitikkan airmata ketika keharuan memuncak..

Telinganya.. yang selalu siap mendengarkan cerita orang-orang sekitarnya…

Lisannya… yang kadang terdiam, dan sulit mengungkapkan banyak hal… namun lisannya lah yang mengajarkan banyak hal penuh hikmah…

Tangannya… yang dengan kerasnya dapat menghancurkan pintu… namun dengan lembutnya dapat mengelus kepala anak2nya…

Kakinya.. yang ringan melangkah ketika ada yang membutuhkan…

Hatinya… yang bagaimanapun kesempitan dan kesulitan dialaminya.. namun selalu memiliki kelapangan di hatinya…

Ayahanda… Sungguh separuh dirimu ada dalam diri ananda.. namun ananda (masih) berusaha (setidaknya) menyerupai sedikit…

Bandung, 11 April 2012

-ananda-

10 bulan tanpa ayah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s