Ayah Mira juga Mak Adang (Mamak Gadang)

Pagi hari… Ada telepon ke rumah Mira, “Halo.. Assalamu’alaikum,.. Mak Adang ada ?”

Mira : “Mak Adang ? Mak Adang ada di Lampung.. lagi ga di Jakarta”

“Ooo ya sudah.. nanti telp lagi..”

Sepulang ibu dari pasar, Mira cerita sama Ibu,

Mira : “Bu, tadi ada yang nelpon.. nyari Mak Adang, Mak Adang kan di Lampung ya..”

Ibu : “Heee… jangan-jangan itu telpon nyari Ayah..”

Mira : “Ga kok Bu, bilangnya nyari mak Adang…!!! “

Ibu : “Lha, emangnya Mira saja yang punya Mak Adang… Di Keluarga Ayah, Ayah itu Mak Adang juga…”

Mira : “oooo kirain Mak Adang yang di Lampung…”

 

Hehehe.. betapa tidak mengenalnya budaya suku sendiri…

Mak Adang atau Mamak Gadang.. Mamak berarti Paman (saudara laki-laki sekandung dengan Ibu) Gadang berarti Besar atau yang paling tua.

Dimana posisi seorang seorang Mamak ?

Ayah pernah bilang… Kebanyakan orang taunya.. Seorang Pria di Minang tidak memiliki hak terhadap anaknya..  anak-anaknya  (khususnya anak perempuan ) adalah “kewajiban mamaknya”..

Padahal kata ayah bukan gitu…

Bagi seorang Pria Minang.. ada pepatah  “Anak Dijunjung.. kemenakan dibimbing”

Jadi, tetap saja, dengan 1 tangan, anak kandung harus dijunjung (digendong)… dan tangan yang satunya menggenggam tangan kemenakan untuk dibimbing (menuntunnya)..

Jadi seorang pria minang yang memiliki saudara perempuan akan menjalani 2 peran.. Sebagai Ayah dan Sebagai Mamak (Paman).

Mamak disuatu kaum atau suku juga disebut tunganai Rumah na Gadang, berhak mengambil keputusan bila itu diharuskan. Biasanya mamak dalam berbicara selalu menggunakan kata-kata kiasan yang enak didengar, dan bertutur sehalus mungkin.

Orang Minang sangat terkenal dengan “merantau” nya.. yaa.. termasuk Ayah Ra, … Tidak tinggal di Padang, memang menjadikan Ra tidak berbahasa Minang .. tidak dengan perbendaharaan kata.. tidak pula dengan Logatnya.. Tapi Ayah berusaha menjaga Adat itu…Ayah yang walaupun berada terpisah dengan saudara-saudara nya.. kandung atau sepupu.. ternyata tetap sangat dianggap sebagai Mak Adang…

Yang Mira tau..

Padahal, Ayah termasuk orang yang introvert… tidak terlalu banyak bicara.. tapi ketika tiba waktunya “menjadi seorang Mak Adang” Yups, Ayah akan berdiri tegak dengan lancarnya berpantun, berbalas kata sebagai perwakilan keluarga…

Seharusnya.. Ayah hanya menjadi Mak Adang, diantara keluarga Inti nya…

Tapi.. sebegitunya Ayah di hadapan keluarga besar Ayah (bahkan keluarga Ibu…)  sudah menjadi Mak Adang bahkan diantara keluarga sepupu-sepupu nya…

Semakin sering , Mira melihat Ayah berdiri tegak, ketika dipanggil “Mak Adang Saal”

Ya.. Menjadi yang di “tinggikan setingkat”, dimintakan pendapatnya.. diharapkan kehadirannya..

Ayah Mira juga Mak Adang…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s