Nanti ya Yah …

  1. Ayah :” Tadi di Mesjid Ayah liat orang jual kaos lengan panjang, ingat Mira, jadi Ayah beli aja”
  2. Ayah : “di mobil, ada sepeda buat Mira”
  3. Ayah : “Pisau Victorinox ini, gagangnya warna biru, mira kan suka biru.. jadi pisau ini buat Mira”
  4. Ayah : “Mira, Ini buat cuci tangan, ayah liat tutupnya Biru, ingat Mira jadi Ayah beliin”
  5. Ayah : “Mira, Ayah mau beli sarapan.. mau dibelikan apa ? pisang goreng dan ketan atau lupis ?”
  6. Ayah : “Ayah mau beli makan malam, mira mau ketoprak ?”
  7. Mira : “Ayah itu apa ?”         Ayah : “Es kacang hijau, mira mau ?”    Berhenti di pinggir jalan, makan bareng ayah es kacang hijau…
  8. Mira : “Ayah, ini pipa apa ??”             Ayah : “Itu.. pipa air mancur.. bisa buat air mancur, mau lihat ?”      Ayah berhenti sejenak beresin rumah di poris, malah masang-masang pipa air mancur

9.    Mira : “Menurut Ayah, warna apa HP nya yang bagus ? Pink Atau Putih ?”      Ayah : “ Putih aja, Pink bukan warna mira”

10.    Ayah : “Jadi pulang, Mira ? biar Ayah jemput”                           Mira : “Ga jadi yah, NANTI aja..kecapean…”

11.    Ayah : “Ayah mau beli HP, yang bisa setel lagu padang”             Mira : “beli aja yah….”

Ayah : “Ayah mau belinya sama Mira”                                                Mira : “Iya yah…NANTI Mira pulang, kita beli HP”

 

10 Juni 2011

Mira: “Ayah, mira pulang.. ayah tak menjemput..”

Ayah : “………………..”

Mira : “Ayo yah, kita beli HP baru buat Ayah…”

Ayah :  “ ……………….”

Dan ketika ra menyadarinya…. 1 kata NANTI …….. Semua menjadi terlambat…

 

Advertisements

Siapa yang “anak Ayah” ?

  1. Waktu Ra lahir… Ayah sepertinya ga terlalu banyak mikir, tentang nama..

Agak-agak gimana gitu.. duuuh Ayah, orangtua itu penuh pemikiran ketika memikirkan nama untuk anak-anaknya… Uni dinamakan berdasarkan asal usulnya, kata Ayah biar ga lupa sm kakek neneknya… Sementara Adik dikasi nama klo diartikan “yang perempuan sebenarnya anugerah”…  Sementara Ra, hanya dikasih nama MIRA.. (apa coba artinya…) 4 huruf.. duuuh Ayah kehabisan Ide apa yak.. (Hiks..hiks..)

2. Ayah sangat suka menulis …Jaman sekarang… banyak Orangtua yang berusaha membuat foto-foto kenangan, video bahkan blog tentang anak-anak nya… Ayah Ra ???  Ayah sempat membuat rekaman suara Uni waktu Uni masih kecil… dan membuat diari tentang adik Ra… bahkan sebelum dirinya lahir… setiap detail dirinya dituliskan Ayah, mulai dari sebelum lahir, sulitnya mengurus Akta dirinya, ketika dirinya memecahkan piring sehingga kami tak bisa Sahur, tulisan pertamanya pun ditempelkan ayah dibuku hariannya…  Ra ??

3. Adik menikmati naik mobil ayah pertama kali dan paling lama… Siapa yang benar-benar diantar Ayah setiap pagi sampai SMA bahkan kuliah?? ketika Uni hanya diantar sampai tempat Bis, atau One yang Cuma sampai perempatan…

4. Foto siapa yang ada di Dompet Ayah ?? Di Meja kantor Ayah ?? Foto Uni…!!

5. Siapa yang disebut paling mirip Ayah,anak kesayangan Ayah… hm… Uni..

A craftsman , I call him My Dad

My Class’s  Plastic Trash Bin

One day my teacher said “make a group, and each group make a trash bin, we’ll place it at the front of each class.

It was actually really.. if I want to make it simple, just use an empty oil bin, and paint it with our class name… but, when I told my father, about the trash bin… he made it so well…

“my trash bin”,

made from plastic  container

(not like others, made from iron oil bin, so after sometimes it gets rust on it)

had it stand from solid wood, well painted (others .. they don’t really have a stand, just place it)

it can rolls over, yups, my Dad made it so when I want to empty it, I don’t have to lift it, just roll it.

A truck from an inline skate shoes

Sometimes I see some people selling a miniature of a truck,

One day, I see my Dad working with his tools…

He took the wheels from my brother’s broken inline skate,

together with some unused wood, as the body,

He also cut some edges of a plastic container, he said it can be used as the mirror,

He also took some letters from the magazine, he said.. its for the plat number.

He made it for his grandchild..

A truck made from unused things…

A Shelf, that’s perfectly fit…

Having one small spot at the office, yet I really want to have everything in my reach. Hm.. I think I need A shelf, with perfect separation so I can put small things, long paper, small paper, etc..etc..

So I drew with every centimeter perfectly… I add some writing about what will put on it, and I sent  by post  to my father (even my father didn’t know where I was going to put it)

And my father, just simply reply it “you can have it after one week, I will deliver it my self”

After A week, I took the brown painted wood shelf… Everyone asking “where do you planning to place it ?” .. I said “on my desk of course” and they all said “can it really fit ?”

Hehehehe… “Just wait and see.. because my Dad made it precisely”

And after that day… sometimes people said “what a nice shelf, how can it fits precisely?!”.

My boss said “because that was made specially”

And today after almost 2 year passed, once again, someone ask “excuse me, where did you buy the shelf ? it can fit exactly for the printer, also for the paper and other”

Once again I only smiled and my boss said “well, because that was made specially, and only one person can made it, A father for her daughter request”

Going to Mecca.. going to Japan My Brother Mizu (part II)

It just happen crossed my mind…

First.. Genetically, he is Minang (West Sumatera) yet born at Bandar Lampung,

Now he lives at Depok (West Java), having his ID from DKI Jakarta.. and he’s planning to make his Passport in Bandung (West Java) …

Guess it is also shown from his Name…  Muhammad (Arab) Mizu (Japan) Batasa (West Sumatera)…

So.. sometimes I called him Ajo (west sumatera) , or  Mizu nii-chan (Japan) or Bro (brother in English)

Sometimes (or often) he said “ I wanna go to Japan… and of course going to Mecca … “

if I ask “why ?”

He said.. “it’s my call.. because of my name” =D

Dear ALLAH…. Please let his dream come true…  

Ayah dan Bulan Juli

Dua hari dari seluruh jatah cuti tahunan ayah..

Awal Juli 1994 : mengantar dan menunggui Osi UMPTN

Awal Juli 1996 : mengantar dan menunggui Iga UMPTN

Awal Juli 2000 : mengantar dan menunggui Mizu UMPTN

Awal Juli 2002 : Mengantar dan menunggui Mira SPMB

Bahkan setelah tak lagi memiliki cuti…..

Awal Juli 2004 : Mengantar dan menunggui Nansiti SPMB

Awal Juli…

Selalu teringat.. bahwa.. itu hari nya ulang tahun ayah..

Tapi… ulang tahun ayah berlalu begitu saja.. daripada dirayain dengan senang-senang..

Sepertinya pada hari ulang tahun ayah.. kami berlima hanya selalu membuat ayah “deg-deg an cemas, “Bisa tidak yah, Ananda mengerjakan soal-soal di dalam ruangan itu…”

Di salah satu awal Juli

Sekali… kami berlima membuat pesta kecil untuk ayah

Makan bersama dan kami berlima patungan untuk membelikan ayah sepatu Pantofel Hitam.

Ternyata.. kami berlima… hanya sekali memberikan ayah hadiah…

Tengah Juni 2011

Salah seorang paman berkata : “ Mereka (kami berlima) lah harta Ajo (ayah) yang ada”

4  Juli 2011

Teriiring doa : “ Semoga kami ber-5, akan selalu menjadi hadiah terindah dan harta Ayah yang paling berharga”

-Kami Sayang Ayah-

Ra dan Ayah Ra

SD..

Sibuknya Ra, berusaha mendapatkan nilai 100 setiap kali ulangan..

Karena 100 di kertas ulangan itu, berarti 100 rupiah dari ayah.

Kalau dipikir2.. kenapa dulu ayah seperti itu ??

Hm.. mungkin ayah ingin mengajarkan…

Yang kecil pun bisa sangat berarti….

Kerja keras akan membuahkan hasil.

 

Kelas 3 SD.

Suatu hari, sepulang ayah dari kantor,

Ayah bertanya : “mira mau sepeda?”

Ra bilang : “mau…!!!”

Ayah bilang : “tuh, ada di mobil”

Hari apakah saat itu ??

Bukan ulang tahun..

Bukan pembagian raport

Bukan lebaran

Sepertinya memang tak perlu hari istimewa, di kamus Ayah

Ayah hanya ingin memberi untuk putri nya.

 

SMP

Ingin Ra masuk ke SMA yg bagus, membiarkan ra ikut Les di luar.

Bukan hanya Ra, yg pulang lebih sore..

Ayah rela menunggu.. pulang kantor jam 4, seharusnya bisa tiba di rumah jam 5.

Karena menunggu Ra les, ayah jadi pulang jam 7 malam.

 

SMA

Setiap pagi, ayah menyempatkan untuk mengantar.

Membuat ayah, berangkat bekerja jam 6 kurang. Padahal jam kerja ayah di mulai jam 8.

Pulangnya pun seperti itu.. menyempatkan untuk menjemput..

Ayah selalu berangkat lebih cepat 2-3 jam dan pulang lebih telat 2-3 jam.

 

SPMB

Seminggu sebelum, saat teman2 sibuk membeli papan alas ujian, Ra tidak membelinya..

Karena Ayah membuatkannya.. Papan Acrilik =D.

Sehari sebelum, ayah yang akan ribut, menanyakan tempat ujiannya.. mencari di peta, lalu datang langsung ke lokasi, untuk memastikan.

2 Hari SPMB, ayah cuti dari kantor (cuti tahunan ayah, 2 hari nya dipakai untuk menunggui anaknya SPMB)

Hari Pengumuman,

Ayah hanya mampu memeluk dan bilang “alhamduliLLAH.. anak ayah akan jadi dokter”

 

Ayah yang menggunakan 100 logam, untuk memacu belajar

Ayah yang tiba2 memberikan hadiah

Ayah yang selalu mengorbankan waktu istirahatnya

Ayah yang selalu berusaha siap kala dibutuhkan..

Hm.. itu Ayah Ra….

Ra Tidak bisa memilih, untuk dilahirkan menjadi anak siapa,

Dan Ra bersyukur.. karena dirinya adalah Ayah Ra…

Sayang Ayah…

Ayah Mira juga Mak Adang (Mamak Gadang)

Pagi hari… Ada telepon ke rumah Mira, “Halo.. Assalamu’alaikum,.. Mak Adang ada ?”

Mira : “Mak Adang ? Mak Adang ada di Lampung.. lagi ga di Jakarta”

“Ooo ya sudah.. nanti telp lagi..”

Sepulang ibu dari pasar, Mira cerita sama Ibu,

Mira : “Bu, tadi ada yang nelpon.. nyari Mak Adang, Mak Adang kan di Lampung ya..”

Ibu : “Heee… jangan-jangan itu telpon nyari Ayah..”

Mira : “Ga kok Bu, bilangnya nyari mak Adang…!!! “

Ibu : “Lha, emangnya Mira saja yang punya Mak Adang… Di Keluarga Ayah, Ayah itu Mak Adang juga…”

Mira : “oooo kirain Mak Adang yang di Lampung…”

 

Hehehe.. betapa tidak mengenalnya budaya suku sendiri…

Mak Adang atau Mamak Gadang.. Mamak berarti Paman (saudara laki-laki sekandung dengan Ibu) Gadang berarti Besar atau yang paling tua.

Dimana posisi seorang seorang Mamak ?

Ayah pernah bilang… Kebanyakan orang taunya.. Seorang Pria di Minang tidak memiliki hak terhadap anaknya..  anak-anaknya  (khususnya anak perempuan ) adalah “kewajiban mamaknya”..

Padahal kata ayah bukan gitu…

Bagi seorang Pria Minang.. ada pepatah  “Anak Dijunjung.. kemenakan dibimbing”

Jadi, tetap saja, dengan 1 tangan, anak kandung harus dijunjung (digendong)… dan tangan yang satunya menggenggam tangan kemenakan untuk dibimbing (menuntunnya)..

Jadi seorang pria minang yang memiliki saudara perempuan akan menjalani 2 peran.. Sebagai Ayah dan Sebagai Mamak (Paman).

Mamak disuatu kaum atau suku juga disebut tunganai Rumah na Gadang, berhak mengambil keputusan bila itu diharuskan. Biasanya mamak dalam berbicara selalu menggunakan kata-kata kiasan yang enak didengar, dan bertutur sehalus mungkin.

Orang Minang sangat terkenal dengan “merantau” nya.. yaa.. termasuk Ayah Ra, … Tidak tinggal di Padang, memang menjadikan Ra tidak berbahasa Minang .. tidak dengan perbendaharaan kata.. tidak pula dengan Logatnya.. Tapi Ayah berusaha menjaga Adat itu…Ayah yang walaupun berada terpisah dengan saudara-saudara nya.. kandung atau sepupu.. ternyata tetap sangat dianggap sebagai Mak Adang…

Yang Mira tau..

Padahal, Ayah termasuk orang yang introvert… tidak terlalu banyak bicara.. tapi ketika tiba waktunya “menjadi seorang Mak Adang” Yups, Ayah akan berdiri tegak dengan lancarnya berpantun, berbalas kata sebagai perwakilan keluarga…

Seharusnya.. Ayah hanya menjadi Mak Adang, diantara keluarga Inti nya…

Tapi.. sebegitunya Ayah di hadapan keluarga besar Ayah (bahkan keluarga Ibu…)  sudah menjadi Mak Adang bahkan diantara keluarga sepupu-sepupu nya…

Semakin sering , Mira melihat Ayah berdiri tegak, ketika dipanggil “Mak Adang Saal”

Ya.. Menjadi yang di “tinggikan setingkat”, dimintakan pendapatnya.. diharapkan kehadirannya..

Ayah Mira juga Mak Adang…